Header Ads

Breaking News

Setop pelacuran anak di Asia, Australia bakal cabut paspor pedofilia

Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. 

Praktik pelacuran anak meningkat drastis di kawasan Asia. Para pelakunya juga tidak sedikit yang terungkap ternyata berkewarganegaraan Australia.

Demi memerangi pelacuran anak, pemerintah Australia berencana mencabut paspor bagi orang-orang pelaku pedofilia. Sebab, turis cabul yang gemar memburu bocah asal negeri kanguru itu dikenal cukup aktif di kawasan Asia Tenggara. Aturan itu sedang digodok parlemen dan pemerintah dan dalam waktu dekat bakal disahkan.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengakui kalau warganya banyak yang menjadi pedofilia dan membikin masalah di negara lain. Namun, aturan itu tidak berlaku buat keadaan tertentu dan kalau yang bersangkutan tak lagi masuk dalam daftar pelaku pencabulan anak.

"Kami ingin memastikan kalau pelaku pencabulan anak-anak dari Australia tidak menjadi bagian dari perkembangan tren melancong buat memburu anak-anak dijadikan budak seks," kata Julia seperti dilansir dari laman The New York Times, Rabu (31/5).

Menurut catatan pemerintah Australia, 800 orang pedofilia melancong ke luar negeri tahun lalu. Bahkan 250 lainnya kabur. Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, menyatakan kelakuan para turis cabul itu membikin malu negara.

Wisata pelacuran anak menjadi bisnis bernilai miliaran dolar dan terjadi di mana saja di dunia. Namun, penyebaran paling banyak ada di wilayah sekitar Australia. Yaitu Thailand, Kamboja, dan Filipina. Mereka juga berusaha keras melindungi para bocah dari hal itu.

Pemerintah Australia juga menjadi sorotan beberapa tahun ini karena dianggap tidak bisa berbuat apa-apa terhadap warganya yang gemar melacur dengan bocah. Tujuh tahun lalu, pemerintah Australia sampai membikin iklan layanan masyarakat di sejumlah surat kabar mengingatkan warganya tidak kebal hukum kalau mencabuli anak-anak di negara lain. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan praktik lucah itu. Pemerintah setempat lantas membikin peraturan lebih keras jika ada warganya berbuat cabul dengan bocah di negara lain maka bakal dibui selama 25 tahun.

Malah dalam laporan investigasi majalah Australia, The Monthly, menemukan fakta kalau banyak bocah-bocah di Kota Angeles yang menjadi surga wisata seks menggunakan nama-nama warga Australia. Bahkan mereka juga rutin menerima kiriman uang dari para lelaki di Australia

Tidak ada komentar

DILARANG KOMENTAR BERSIFAT SPAM DAN PROMO THANKS :)