2 Lelaki tewas saat lindungi muslimah di AS dianggap pahlawan
korban penusukan di AS. ©2017 Merdeka.com
Tiga lelaki di Portland, Oregon, Amerika
Serikat menjadi korban penusukan, gara-gara membela wanita muslim
sedang dilecehkan. Dua orang tewas akibat ditikam, Ricky John Best dan
Taliesin Myrddin Namkai Meche, kini dianggap pahlawan oleh warga
sekitar.
Kejadian bermula saat Ricky John Best, Taliesin Myrddin Namkai Meche, dan Micah David-Cole Fletcher sedang berada dalam kereta. Saat itu ketiganya mendengar seorang penumpang pria melakukan pelecehan ras terhadap dua wanita Muslim.
Ketika mereka mencoba untuk menghentikannya, pelaku diidentifikasi bernama Jeremy Joseph Christian malah menikam ketiganya. Korban bernama Best tewas seketika di lokasi kejadian sementara Meche meninggal di rumah sakit. Satu korban lain yakni Fetcher hingga saat ini masih bertahan, namun tengah berada dalam kondisi kritis.
"Kedua pria itu tewas karena tindak kekerasan mengerikan (karena kasus diskriminasi)," kata walikota Portland Ted Wheeler setelah serangan tersebut terjadi, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Senin (29/5).
Menurut keterangan polisi, pelaku adalah seorang pendukung supremasi kulit putih yang terkenal di daerah setempat. Dia juga diyakini menganut ideologi ekstremis Kristen yang fanatik terhadap Nazi dan kekerasan.
Kini pelaku sudah ditahan dan terancam didakwa hukuman penjara atas tuduhan pembunuhan yang diperparah, percobaan pembunuhan, intimidasi terhadap kelompok tertentu tingkat dua, dan kepemilikan senjata terlarang.
Serangan tersebut otomatis mengejutkan warga Portland yang dikenal liberal. Mereka sangat menyayangkan ada orang yang begitu membenci golongan tertentu hingga nekat melakukan penyerangan.
"Orang-orang kini sudah merasa berani keluar untuk menunjukkan rasisme dan kefanatikan mereka dengan cara yang sangat mengerikan bagi kami," kata salah satu warga, Christopher Douglas.
Banyak yang ikut serta dalam acara penghormatan terakhir kepada dua korban tersebut.
Kejadian bermula saat Ricky John Best, Taliesin Myrddin Namkai Meche, dan Micah David-Cole Fletcher sedang berada dalam kereta. Saat itu ketiganya mendengar seorang penumpang pria melakukan pelecehan ras terhadap dua wanita Muslim.
Ketika mereka mencoba untuk menghentikannya, pelaku diidentifikasi bernama Jeremy Joseph Christian malah menikam ketiganya. Korban bernama Best tewas seketika di lokasi kejadian sementara Meche meninggal di rumah sakit. Satu korban lain yakni Fetcher hingga saat ini masih bertahan, namun tengah berada dalam kondisi kritis.
"Kedua pria itu tewas karena tindak kekerasan mengerikan (karena kasus diskriminasi)," kata walikota Portland Ted Wheeler setelah serangan tersebut terjadi, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Senin (29/5).
Menurut keterangan polisi, pelaku adalah seorang pendukung supremasi kulit putih yang terkenal di daerah setempat. Dia juga diyakini menganut ideologi ekstremis Kristen yang fanatik terhadap Nazi dan kekerasan.
Kini pelaku sudah ditahan dan terancam didakwa hukuman penjara atas tuduhan pembunuhan yang diperparah, percobaan pembunuhan, intimidasi terhadap kelompok tertentu tingkat dua, dan kepemilikan senjata terlarang.
Serangan tersebut otomatis mengejutkan warga Portland yang dikenal liberal. Mereka sangat menyayangkan ada orang yang begitu membenci golongan tertentu hingga nekat melakukan penyerangan.
"Orang-orang kini sudah merasa berani keluar untuk menunjukkan rasisme dan kefanatikan mereka dengan cara yang sangat mengerikan bagi kami," kata salah satu warga, Christopher Douglas.
Banyak yang ikut serta dalam acara penghormatan terakhir kepada dua korban tersebut.
Tidak ada komentar
DILARANG KOMENTAR BERSIFAT SPAM DAN PROMO THANKS :)